Fungsi Selenoid Pada Mesin Cuci dan Cara Cek Kondisinya

Tahukah Anda apa itu fungsi selenoid pada mesin cuci ? . Peran dari alat sangat penting terutama saat proses pengisian air secara otomatis berlangsung. Dalam kata lain, andai saja komponen yang satu ini rusak, maka proses mencuci pun tidak akan terlaksana. Kecuali jika anda mau mengisi air pada tabung mesin cuci tersebut dengan cara manual.

Sebuah peralatan elektronik rumah tangga yang sering membantu kita dalam hal membersihkan pakaian yang kotor adalah mesin cuci. Di mana alat ini mampu bekerja secara otomatis. Kita cukup menekan tombol ON dan START maka proses mencuci pakaian pun dapat bekerja sendiri hingga selesai. Mulai dari proses mencuci, membilas, dan mengeringkan.

Semua itu bisa terjadi tentu karena kecanggihan teknologi dari komponen – komponen yang digunakan. Contohnya, sebagai pusat control pada mesin cuci terletak pada PCB Modul. Dari situ kemudian PCB Modul tersebut akan mengatur semua komponen pendukung lainnya. Salah satunya adalah selenoid water inlet valve yang akan kita bahas kali ini.

Di dalam selenoid water inlet valve terdapat kumparan magnet yang dilengkapi dengan klep penutup, dan juga filter. Cara kerjanya, ketika alat ini mendapat aliran arus listrik, maka kumparan magnet akan menarik klep penutup sehingga saluran air pun akan terbuka. Begitu juga sebaliknya, jika tidak ada arus listrik maka klep penutup tersebut akan menutup saluran air.

Dari mana arus listrik tersebut diperoleh ?

Arus listrik diperoleh atas perintah PCB Modul. Yang mana seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa tugas dari PCB Modul Control di sini untuk mengatur waktu kapan semua komponen tersebut akan bekerja secara bergantian. Kemudian, setelah air sudah cukup sesuai dengan yang ditentukan oleh mesin cuci, maka sensor water level akan memberitahu PCB Control supaya berhenti mengirim arus listrik ke selenoid, sehingga saluran air pun menjadi tertutup. ( baca juga : fungsi water level pada mesin cuci ).

Jadi, bisa kita artikan fungsi selenoid pada mesin cuci adalah otomatis yang mengatur masuknya air ke dalam tabung mesin cuci. Air yang masuk itu pun tidak sembarang air, melain dari segi kebersihannya harus terjaga. Maka dibutuhkan sebuah filter untuk menyaring kotoran yang tercampur dari air sumber supaya tidak ikut masuk ke tabung mesin cuci, dan juga agar tidak mengurangi fungsi klep penutup tersebut.

Perlu anda ketahui juga, selenoid ini hanya ada pada mesin cuci 1 tabung baik untuk yang tipe top loading maupun front loading. Dan tidak akan kita temukan pada mesin cuci 2 tabung, karena belum menggunakan PCB Control otomatis, yang artinya kita masih perlu mengisi air dengan cara manual jika kita hendak mau mencuci.

Sampai di sini saya kira sudah jelas, kemudian kita lanjut apa akibatnya jika selenoid water inlet valve ini tidak berfungsi alias rusak ?

Kemungkinan besar mesin cuci tidak akan dapat memulai proses mencuci, serta bisa juga mengakibatkan bocor air di bagian atas tepat di mana selenoid tersebut berada. Kerusakan tersebut dapat terjadi, biasanya disebabkan oleh dua kemungkinan, yaitu.

Kumparan magnet terbakar

Hal ini terjadi bisa disebabkan oleh berkaratnya pin socket pada selenoid tersebut. Sehingga arus listrik terkena air, kemudian terjadilah konsleting yang dapat berakibat kumparan magnet menjadi terbakar. Mengapa bisa berkarat ? mungkin dari usia selenoid itu sendiri sudah terlau lama dipakai.

Jika sudah seperti ini, solusinya bisa kita ganti dengan yang baru. Harga untuk selenoid ini sendiri tidak begitu mahal, biasanya tergantung dari tipe dan wilayah di mana tempat anda tinggal. Untuk membelinya, silahkan cari di toko yang menjual alat – alat mesin cuci terdekat dari lokasi Anda. Jangan lupa membawa selenoid yang bekas sebagai contoh agar sesuai atau sama persis.

Kotor dibagian filternya

Kerusakan yang kedua biasanya karena kotor pada filter atau saringannya. Penyebabnya bisa karena air ditempat anda kurang begitu bersih, sehingga mempercepat penumpukan kotoran pada filter. Maka, sudah seharusnya anda untuk lebih rajin lagi membersihkan saringan selenoid tersebut.

filter pada selenoid mesin cuci

Caranya, silahkan copot selang yang dari kran kemudian anda akan melihat filter di bagian saluran air pada mesin cuci tersebut, atau lebih tepatnya di dalam selenoid. Sekali lagi ingat, bukan ada pada selang, melainkan tepat di mana selang yang dari kran tadi di sambungkan. Kemudian, ambil filter tersebut menggunakan obeng atau tang cucut, lalu silahkan anda bersihkan menggunakan sikat. Setelah selesai, silahkan anda pasang kembali.

“Mas, kalau di atas hanya membersihkan filternya saja, lalu bagaimana cara mengecek kondisi selenoid itu masih normal atau tidak ?”

Cara cek selenoid water inlet valve mesin cuci juga tidak terlalu rumit, kita bisa menggunakan alat multitester atau dengan cara manual. Namun sebelum itu, ikuti panduan di bawah ini untuk menemukan selenoid tersebut.

  • Buka tutup bagian atas mesin cuci menggunakan obeng.
  • Kemudian anda akan menemukan selenoid water inlet valve.
  • Setelah itu, lepaskan kabel dari pin socket dengan menariknya sacara perlahan – lahan supaya kabelnya tidak putus.
  • Ambil multitester anda, lalu setting pada posisi range oHm ( Ω ).
  • Silahkan tempelkan kabel warna merah dari multitester ke pin socket, kemudian kabel yang warna hitam ke pin socket satunya lagi.

Lalu Lihat jarum pada multitester, apabila ada pergerakan itu tandanya masih bagus, dan jika sebaliknya apabila tidak ada pergerakan pada jarum multitester itu berarti kumparan magnet sudah putus. Solusinya harus ganti dengan yang baru.

Sedangkan untuk cara manualnya jika anda tidak mempunyai multitester, maka kita bisa mengeceknya dengan memberi tegangan arus listrik 220 Volt secara langsung. Caranya :

  1. Siapkan kabel colokan.
  2. Kemudian sambung kabel tersebut pada pin socket selenoid.
  3. Lalu colokan langsung ke listrik.
  4. Jika selenoid masih dalam kondisi normal, akan ada getaran pada kumparan magnet nya, dan begitu juga sebaliknya.
  5. Untuk mengetahui ada getaran atau tidak, kita bisa merasakannya dengan meletakan obeng di bagian kumparan magnet selenoid, kemudian pegang obeng tersebut.

“Mas, apabila di cek selenoid water inlet valve ada getarannya, namun kenapa mesin cuci masih saja bocor ?”

Rahasianya seperti yang sudah saya jelaskan di atas, yaitu karena filter pada selenoid tersebut kotor. Maka silahkan coba anda bersihkan dengan cara seperti yang sudah saya sampaikan tadi.

Sekian dulu postingan mengenai pengertian dan fungsi selenoid pada mesin cuci kali ini, semoga dengan adanya tutorial cara memeriksa dan juga penyebab kerusakan selenoid tadi bisa melengkapi artikel ini, dan yang paling penting bermanfaat untuk pembaca. (rr/jt)

~ Selamat mencoba ~

44 Comments

  1. Fahreza
    • Rudhi Hadhi
  2. Yoga deifan
    • Rudhi Hadhi
  3. Yoga deifan
    • Rudhi Hadhi
  4. muhamad yusup
    • Rudhi Hadhi
      • Muklis
  5. bunga
    • Rudhi Hadhi
  6. Rahmat
  7. Imran Abd
    • Rudhi Hadhi
  8. Imran Abd
  9. akmal
  10. Agung rs
    • Rudhi Hadhi
  11. tria
    • Rudhi Hadhi
  12. Fafid
    • Rudhi Hadhi
  13. Tardi
    • Rudhi Hadhi
  14. Henri
    • Rudhi Hadhi
  15. santoso dwijoyo
    • Rudhi Hadhi
  16. agus
  17. Wahyu
  18. Denny rianto
    • Rudhi Hadhi
  19. Yoyon
    • Rudhi Hadhi
  20. Surya widiyati
    • Rudhi Hadhi
  21. Sutomo
    • Rudhi Hadhi
  22. Redi
  23. Adin
  24. Jsb
  25. Lesmana
  26. Bonie to
  27. Syanne

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.